Mukmin yang lebih dicintai Allah.



PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

Mukmin Yang Lebih Dicintai Allah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah SAW bersabda: 'Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT daripada Mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah pada Allah, serta janganlah engkau malas (menjadi orang yang lemah). Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan; 'Seandainya tadi aku berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu'. Tetapi katakanlah; 'lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya.Dan jauhilah olehmu dari ucapan 'Seandainya' (kalau), karena sesungguhnya ungkapan 'Seandainya' (kalau) membuka peluang masuknya syaitan " (HR Muslim No: 4816) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT daripada Mukmin yang lemah.

2.  Mukmin yang kuat dan dicintai Allah adalah yang kuat imannya dan mampu melaksanakan kewajiban dan menyempurnakan tanggungjawabnya.

3.  Mukmin yang lemah tidak melaksanakan kewajiban dan enggan meninggalkan yang haram. Orang seperti inilah yang memiliki kekurangan dan tidak disukai Allah

4.  Kedua-dua mukmin ini sama-sama memiliki kebaikan. Mukmin yang lemah imannya, masih tetap memiliki kebaikan dan dia tentu saja lebih baik daripada orang kafir. Namun mukmin yang kuat imannya tentu saja lebih dicintai oleh Allah.

5.  Rasulullah memerintahkan agar bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam perkara yang berkaitan dengan agama dan dunia untuk menjadi mukmin yang lebih baik dan lebih dicintai Allah.

6.  Jika berlaku sesuatu yang kurang menyenangkan, redhalah di atas ketetapan taqdir dengan hati yang tenang sehingga bertambahlah imannya.

7.  Jauhilah berkata "kalau" atau "seandainya" kerana ia akan membuka peluang hasutan syaitan.

Marilah kita bersifat RAHMAH dengan menjadi Mukmin yang KUAT IMAN.

21hb Disember  2017
02hb Rabiul Akhir 1439H


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

No proper ID, no proper comment, down you go the spam drain. Receiving happy vibes!